pemilik lahan

Negosiasi Dengan Pemilik Lahan

Negosiasi Dengan Pemilik Lahan

| 23/07/2010 | 3 Comments

Negosiasi Dengan Pemilik Lahan

Negosiasi

Negosiasi

TIDAK HARUS JADI
Kita Yang Pegang Kendali

Oleh : Ari Wibowo

Sebidang tanah memanjang ditepi jalan menarik hasrat saya. Sungguh menggoda. Sisi yang berhimpit jalan ada kisaran 40 m dengan kedalaman hampir 25 m. Terbayang minimal 10 unit ruko bisa dibangun.

Lokasinya ramai. Dekat dengan sekolahan dan terminal bus. Dan tentu saja ditengah pemukiman yang padat.

Ada spanduk dan board sebuah agen properti. Saat saya kontak, saya dapat info harganya Rp 1,2 jt/m2. Menurut estimasi saya, seharusnya harga normal kisaran Rp 1 jt/m2.

Saya minta pada broker agar diatur waktu ketemu pemilik, supaya saya bisa melakukan nego.

OPSI A
Ingat prinsip # 1 yang saya yakini;
Boleh beli cash asal harganya jauh dibawah pasar, yaitu 50 – 60%. Berani menawar cash menunjukkan kita bonafid.
Maka saya ajukan penawaran Rp 600rb/m2.

OPSI B
Ingat prinsip # 2 yang saya yakini;
Boleh bayar pakai DP max 20%, asal sisanya dibayar panjang. Pakai asumsi penjualan yang konservatif atau pesimis. Pelunasan dilakukan di bulan terakhir estimasi umur proyek kita.
Maka saya ajukan penawaran Rp 1 jt/m2. Dengan DP 20% sisa dilunasi di bulan ke 12 sejak siteplan disahkan dan IMB terbit.
Catatan; timer dihitung sejak siteplan dan IMB terbit, bukan sejak DP dibayar.

OPSI C
Ingat prinsip # 3 yang saya yakini;
Bayar sesuai luas kavling terjual. Tanpa DP. Tapi mesti rela membagikan potensi laba kisaran 10 s/d 35%. Hot deal istilah kita.

Pemilik yang didampingi broker menjawab; “Maaf saya hanya bersedia dibayar tunai keras. Skim lain tidak bisa … Saya turunkan harga menjadi Rp 1,1 jt/m2.”

Saya menolak. Gagal deal.

Besoknya broker menelpon;
Pak AW, pemilik bersedia menurunkan harga menjadi Rp 1 jt/m2.

Saya menolak.

Lusanya broker menelpon lagi;
Kabar bagus pak AW, pemilik bersedia turun lagi menjadi Rp 900.000/m2.

Saya menolak. Broker komplain;
Pak AW ini serius atau tidak menawar lahan? Pemilik tanah sudah turun harga sampai 3x, bapak tidak mau menaikkan harga penawarannya.

Kalau mau harga bagus, pilih opsi B atau C saja, jawab saya.

Harusnya bapak naik dong penawarannya, supaya bisa jadi. Ketemu di tengah tengah, broker mengusulkan.

Tidak harus jadi pak. Saya menunggu di angka Rp 600.000/m2, jawab saya santai.

Brokernya sebel dan mengomel; Dasar tidak bonafid, kata dia.

Biarin. Emang gue pikirin? Hehe …
Tak ada aturannya semua transaksi harus jadi. Kita mesti pegang kendali. Tidak harus jadi koq.

Baca artikel yang lainnya tentang Panduan bisnis property, proyek terbengkalai, marketing property dan manajemen proyek

No related posts.

Incoming search terms:

  • makalah negosiasi bisnis
  • negosiasi properti
  • artikel negosiasi
  • artikel negosiasi bisnis
  • artikel negosiasi tanah
  • Negosiasi dengan pemilik rumah
  • negosiasi lahan
  • negosiasi tanah properti
  • newsletter tentang negosiasi

Tags: , ,

Category: BISNIS PROPERTY

Informasi Tentang Penulis (Author Profile)

Menulis Untuk Mengasah Kemampuan Menulis dan Berbagi Pengetahuan Menuju Kehidupan yang Lebih Baik

No related posts.

Comments (3)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. Heryrauf says:

    Trims infonya… Saya mau mencoba tipsnya ..mudah2an bisa dapat Hot Deal

  2. uda arief says:

    negoisiasi yang bagus pak ari.. sangat membantu.. terima kasih

  3. brian says:

    trims info nya , tapi saya mau tanya apakah sy dapat menjual kembali tanah kavling seluas 4700m yang sudah saya beli walaupun pembayaran ke sipamilik tanah hanya Dp 20% saja ? dan saya akan melunasi pembayaran setelah tanah kavling tersebut terjaul semuanya,karna saya sudah mendapatkan beberapa para calon pembeli . gimana pak apakah saya salah atau ada solusi.trims

Leave a Reply